Mereka disebut lebih banyak menjalankan manuver politik dengan turun ke akar rumput, ketimbang menjalankan tugasnya dengan baik.
"Saya rasa, semua menteri turun ke bawah. Kalau Menteri Kesehatan turun ke desa, bicara mengenai vaksin, booster, atau hepatitis akut salah? Menteri BUMN turun ke pesantren. Bicara mengenai bank syariah dan peningkatan ekonomi umat, apakah salah? Saya turun ke desa, bicara soal PNM Mekaar yang anggotanya 12,7 juta ibu-ibu, apakah salah? Petani-petani ada Program Makmur, salah? Kemudian, juga ada kerja sama dengan Pak Mentan. Saat ini, Pak Mentan juga lagi turun ke desa agar pupuk dan bibit bisa lebih baik, apakah Pak Mentan salah?” beber Erick lewat pesan video yang diterima RM.id, Jumat (13/5).
Erick pun meminta publik, agar tak berpikiran sempit. Menurutnya, sebagai pembantu Presiden, para menteri memang ditugaskan untuk memastikan seluruh program pemerintah.
“Jadi, konteksnya seperti itu. Jangan kita terbelenggu dengan fitnah-fitnah, dan saling mencela. Kekuatan bangsa kita adalah gotong-royong, saling dukung-mendukung. Setuju?” kata Erick kepada rombongan Banser Nahdlatul Ulama (NU) yang berdiri di belakangnya.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?