Mereka disebut lebih banyak menjalankan manuver politik dengan turun ke akar rumput, ketimbang menjalankan tugasnya dengan baik.
"Saya rasa, semua menteri turun ke bawah. Kalau Menteri Kesehatan turun ke desa, bicara mengenai vaksin, booster, atau hepatitis akut salah? Menteri BUMN turun ke pesantren. Bicara mengenai bank syariah dan peningkatan ekonomi umat, apakah salah? Saya turun ke desa, bicara soal PNM Mekaar yang anggotanya 12,7 juta ibu-ibu, apakah salah? Petani-petani ada Program Makmur, salah? Kemudian, juga ada kerja sama dengan Pak Mentan. Saat ini, Pak Mentan juga lagi turun ke desa agar pupuk dan bibit bisa lebih baik, apakah Pak Mentan salah?” beber Erick lewat pesan video yang diterima RM.id, Jumat (13/5).
Erick pun meminta publik, agar tak berpikiran sempit. Menurutnya, sebagai pembantu Presiden, para menteri memang ditugaskan untuk memastikan seluruh program pemerintah.
“Jadi, konteksnya seperti itu. Jangan kita terbelenggu dengan fitnah-fitnah, dan saling mencela. Kekuatan bangsa kita adalah gotong-royong, saling dukung-mendukung. Setuju?” kata Erick kepada rombongan Banser Nahdlatul Ulama (NU) yang berdiri di belakangnya.
Artikel Terkait
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan