BOYOLALI, polhukam.id - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menegaskan bahwa tidak ada peringatan sebelum oknum TNI melakukan penganiayaan terhadap dua relawan di Boyolali pada Sabtu (30/12).
Ganjar menyatakan telah mendengar langsung keterangan dari dua korban yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Menurutnya, aksi pemukulan oleh sejumlah oknum TNI terjadi secara spontan tanpa ada komunikasi sebelumnya.
"Jadi itu cerita lewat aja. Dia berhenti, dipukul. Gitu aja. Tanpa peringatan. Jadi tidak ada komunikasi sebelumnya. Karena saya ikuti ceritanya, katanya diperingatkan, enggak ada itu. Kalau dari korban enggak ada," kata Ganjar usai menjenguk korban di Rumah Sakit Pandan Arang, Boyolali, Minggu (31/12) malam.
Baca Juga: Libur Tahun Baru, Jalan ke Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Selatan Macet Total
Ganjar menambahkan bahwa aksi pemukulan tersebut terjadi tidak hanya di dalam markas Yonif Rider 408/Sbh Boyolali tetapi juga di jalan raya.
Menurutnya, kejadian tersebut merupakan cerita rakyat yang harus diingatkan, bahwa tidak seharusnya ada yang mengatasnamakan dirinya dengan semena-mena. Ganjar berjanji untuk mengurus masalah tersebut.
Sebanyak tujuh korban dilaporkan dalam insiden pengeroyokan oleh oknum TNI terhadap relawan, di mana dua di antaranya masih dirawat di rumah sakit.
Artikel Terkait
Utang RI Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Purbaya: Jangan Lihat Nominalnya, Lihat Ini!
PPATK dan OJK Gagal Total? Begini Modus Judi Online Hayam Wuruk yang Lolos dari Radar Sistem Keuangan
Zulhas Gagal? Harga Minyakita Tembus Rp23.000, Ini Bukti Karut-marut Tata Niaga Pangan!
Harga Minyakita Melambung di Atas HET, Pengamat: Ini Bukti Kegagalan Zulhas Sebagai Menko Pangan