"Tentu saja, kalok misalnya ada audio visual atau video menjadi bukti penting yang harus dimiliki oleh Bawaslu. Kalok ini bisa kita dapatkan, maka, itu menjadi jalan terang mengusut masalah itu," tuturnya.
Baca Juga: Bawaslu NTB Hentikan 101 Kampanye Tanpa STTP, Lombok Tengah Paling Banyak
Itratip mengimbau kepada masyarakat, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, jika memiliki bukti, segera menyampaikan kepada Bawaslu terdekat baik Panwascam, Bawaslu Kota Mataram atau Bawaslu NTB.
"Saya kira penting sekali kami memberikan imbauan secara terbuka kepada para pejabat untuk menjaga cita rasa persepsi publik terkait dengan tokoh-tokoh yang dihadirkan sebagai narasumber di kegiatan-kegiatan resmi. Jangan sampai kehadiran tokoh itu, melahirkan persepsi yang kurang menguntungkan kegiatan yang disponsori oleh pejabat ASN," tegas Itratip.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: metrontb.com
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?