Rofiq menilai, hal itu layak disematkan, mengingat tindak-tanduk Jokowi selama gelaran Pemilu 2024 dinilai telah melemahkan demokrasi Indonesia.
"Kalau ada di antara kita yang mau mendaftarkan Pak Presiden untuk mendapatkan gelar terbaru di Guinness Book Records sebagai bapak perusak demokrasi, ya, boleh juga," kata Rofiq Jalan Cemara 19, Jakarta Pusat, Kamis (21/3).
"Ini penting agar menjadi pesan terbaik bagi bangsa ini dan tidak terulang di masa yang akan datang," sambungnya.
Menurut Rofiq, semua tindakan Jokowi mulai dari intimidasi yang dilakukan oleh aparat kepada pendukung paslon 01 dan 03, hingga politisasi bantuan sosial (bansos) membuat banyak partai merugi di Pemilu 2024.
Salah satu bentuk nyata terjadi di Jawa Tengah yang merupakan kandang banteng, basis dari PDIP. Dalam rekapitulasi suara nasional oleh KPU, Jateng tidak dikuasai oleh paslon nomor 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, meski PDIP meraih suara tertinggi di Pileg.
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?