Pasalnya jika dilihat secara stratetegis, Jakarta merupakan sumber informasi untuk politik dunia, sehingga masuk akal jika Prabowo Subianto ingin memimpin dari sana, bukan IKN.
"Kita mungkin enggak bisa nguping apa yang dirapatkan di Gerindra, tapi kita bisa ngintip logika mereka tuh, kita enggak bisa nguping pembicarannya, tapi pikirannya bisa kita petakkan bahwa Pak Prabowo memang menginginkan Jakarta tetap ibu kota," ucapnya, dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (16/7).
"Kalau kita lihat secara strategis kasak kusuk politik dunia hari ini tuh tetap semua informasi ada di Jakarta, kedutaan-kedutaan besar ada di Jakarta tuh, sumber informasi juga masih harus diakses lewat lobi-lobi di Jakarta," imbuhnya.
Sementara diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan penandatanganan keputusan presiden (keppres) tentang pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Hal tersebut terlihat melalui pernyataan Jokowi ketika ditanya wartawan tentang kapan terbitnya keppres pemindahan ibu kota, Jokowi mengaku belum menandatanganinya, dan bisa jadi dilakukan Prabowo.
"Belum. Bisa saya nanti yang menandatangani, bisa nanti juga presiden terpilih pemerintahan baru yang menandatangani," kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers usai meninjau lokasi Upacara HUT Ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, seperti disaksikan dalam tayangan Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu (5/6/2024), dikutip dari Republika.
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?