POLHUKAM.ID - Bahlil Lahadalia dianggap gagal memimpin Partai Golkar karena kerap membuat kegaduhan di Pemerintahan Prabowo Subianto.
Sehingga tidak mungkin kegaduhan akibat ulah Bahlil Lahadalia ini dapat dipertahankan, sehingga wajar wacana Munaslub dimunculkan kader Golkar.
Dan tidak salah jika akar rumput menginginkan dilakukan Munaslub untuk pergantian ketua umum.
Menurut Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI) Saiful Anam, Golkar selalu tegak lurus kepada penguasa, sehingga tidak mungkin kegaduhan akibat ulah Bahlil dapat dipertahankan, mengingat Golkar selalu membuat teduh pemerintahan bukan malah membuat gaduh.
"Saya kira Munaslub wajar dimunculkan sebagai opsi, karena jangan sampai Golkar justru membuat kacau pemerintahan, karena tidak mungkin Golkar akan menjadi beban pemerintahan," kata Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, Selasa (18/2).
Menurutnya, upaya pendongkelan Bahlil tidak bisa diremehkan.
Karena dalam sejarah Golkar, riak-riak kecil akhirnya berkembang menjadi besar.
"Kita harus melihat fakta sejarah, bahwa Golkar partai yang dinamis dan tidak dimiliki oleh orang perorangan. Sekecil apapun riak-riak yang terjadi di Golkar bisa menggulingkan ketua umum," kata Saiful.
Saiful menilai, kegaduhan yang dibuat Bahlil cukup beralasan, bahkan untuk menggulirkan Munaslub karena dianggap tidak kompeten dalam menjalankan roda organisasi, bahkan untuk masalah terkecil mengelola kementerian yang dipimpinnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?