"Kebijakan LPG 3 Kg yang kontroversial membuat kader Golkar ragu terhadap kepemimpinan Bahlil, sehingga wajar jika ada keinginan untuk mengganti Bahlil demi untuk menjaga marwah partai," kata Saiful.
Sebelumnya, beredar di aplikasi berbagi pesan Whatsapp mulai Rabu 12 Februari 2025, gambar lima figur calon Ketua Umum Partai Golkar yakni Meutya Viada Hafid yang saat ini menjabat Menteri Komunikasi dan Digital.
Lalu Nusron Wahid yang menjabat Menteri Agraria dan Tata Ruang; Dito Ariotedjo yang menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga; serta Maman Abdurahman yang menduduki jabatan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Sementara satu nama lainnya adalah Bambang Soesatyo, mantan Ketua MPR yang kini menjadi anggota Komisi III DPR.
Sementara itu, Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, mengatakan, munculnya poster Caketum Partai Golkar tampak berasal dari arus bawah Golkar yang selama ini tidak puas dengan terpilihnya Bahlil.
"Apalagi 'tangan' Jokowi ikut bermain saat Bahlil terpilih sebagai Ketum, dan itu menimbulkan kegaduhan di era Prabowo," kata Muslim, Minggu, 16 Februari 2025.
Muslim menilai, ada satu sikap Bahlil yang semakin menimbulkan perasaan kader Golkar untuk menyegerakan Munaslub Golkar, yakni adegan Bahlil cium tangan Gibran Rakabuming Raka.
"Apalagi belakangan Bahlil bikin kebijakan soal gas 3 Kg yang bikin sengsara rakyat kecil dan menimbulkan korban jiwa. Tentunya ini sangat menganggu Prabowo. Dan ini menimbulkan keresahan di akar rumput," tegas Muslim Arbi.
Sumber: PojokSatu
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?