Menurutnya, Ganjar seharusnya berusaha meraih tiket pencalonan dari partainya sendiri, PDIP.
Hasan menilai jika benar niatan Ganjar untuk mengambil dukungan dari KIB dalam pencapresan, hal itu sangat tidak pantas dan dapat merusak ekosistem politik di Indonesia.
Seharusnya, Gubernur Jawa Tengah itu fokus merayu Ketua Umum PDIP untuk memberikan tiket pencapresan pada dirinya.
“Sebagai kader, Ganjar Pranowo berusaha dapat tiket dari PDIP. Kalau tidak dapat, dukung calon dari partai itu, jangan hantam kromo ke partai lain,” ujar Hasan dikutip dari podcatsnya, Rabu (8/6).
Hasan menambahkan, KIB yang diisi tiga partai politik, Golkar, PAN, dan PPP, tidak memiliki hubungan emosional apapun dengan Ganjar.
"Kalau memaksakan melalui KIB, kan mereka tidak punya hubungan emosional, tidak punya hubungan organisasi. Akhirnya partai juga berpikir pendek, ok kita terima, tapi ke depan, nanti dulu. Partai yang membesarkannya saja ditinggalkan," ujar Hasan.
Artikel Terkait
Mens Rea Pandji: Analisis Lengkap Kontroversi, Gibran, dan Tudingan Antek Asing yang Mengguncang
PDIP 2029: Strategi Penyeimbang Rahasia & Peluang Duet Ulang Megawati-Prabowo?
Jokowi Masih Disalahkan? Kritik Pedas Ini Ungkap Alasan Nama Mantan Presiden Selalu Muncul di Setiap Masalah Bangsa
Eggi Sudjana Temui Jokowi di Solo: Benarkah Ada Permintaan Maaf? Ini Faktanya!