“Ekonomi Jawa sengaja dibuat tidak kompetitif, kesenjangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa semakin diperlebar, ivestasi besar dialihkan ke luar Jawa, sementara biaya hidup di Jawa semakin mahal,” ungkapnya.
“Nah kondisi sosial yang membuat anak muda tidak betah, terjadi tekanan sosial meningkat, radikalisasi, kurangnya kebebasan berekspresi, kemudian keamanan dan ketidakpastian hukum membuat generasi muda merasa lebih aman diluar negeri atau di daerah yang lebih stabil,” tambahnya.
Kondisi-kondisi seperti itu menurut Dokter Tifa akan secara langsung membuat generasi muda berpindah dengan sendirinya.
“Dengan kondisi ini, anak muda tidak perlu dipaksa untuk pergi, mereka akan #kaburajadulu dengan sendirinya,” sebutnya.
Dokter Tifa menduga dengan adanya fenomena #kaburajadulu, bisa jadi sebagai awal dari depopulasi Pulau Jawa.
“Eksodus generasi muda, jangan-jangan ini adalah awal dari depopulasi Pulau Jawa ya?” ucapnya.
[VIDEO]
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?