"Sebab Anies hanya sosok non-parpol pengaruhnya tetap tidak maksimal tanpa didukung oleh partai besar," sambungnya.
Di satu sisi, Efriza menerangkan, PKS yang merasa memiliki Anies tak mampu berbuat banyak. Hal itu lantaran perolehan suara yang kecil di bawah partai besutan Surya Paloh itu.
"Sebagai partai Islam PKS butuh dukungan suara dari partai nasionalis, jika hanya berharap kepada Partai Demokrat tentu saja tak akan dapat memenuhi koalisi," tuturnya.
Bahkan, PKS dan Demokrat sendiri dinilai tidak memiliki kader dan konstituen yang kuat, serta tidak memiliki kekuatan media. Sehingga, hal itu cukup merepotkan kedua parpol itu untuk membawa Anies dari cengkeraman NasDem.
"Di sisi lain dua partai ini juga tak punya kekuatan media, dukungan kader dan konstituen yang kuat. Bahkan akan sulit merebut simpatik masyarakat luas tanpa didukung kekuatan partai dari partai pendukung pemerintahan saat ini," pungkasnya.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Prabowo Buka Suara ke Tokoh Kritis: Kedaulatan Negara Terancam Oligarki!
Prabowo 2029 Tanpa Gibran? Analisis Mengejutkan Soal Strategi Gerindra
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai