POLHUKAM.ID - Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) membantah dirinya pernah mengirim utusan untuk meminta PDIP tidak memecatnya.
Tudingan tersebut dilayangkan Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus beberapa waktu lalu.
Jokowi bahkan menantang agar PDIP mengungkapkan sosok utusan yang dimaksud.
"Enggak ada. Ya harusnya disebutkan siapa, biar jelas. Siapa? Siapa?" kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Jumat (14/3).
Ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu pun menilai pernyataan Deddy tersebut tidak logis.
Ia mempertanyakan apa tujuannya mengirim utusan dan meminta PDIP untuk tidak memecatnya.
"Kepentingan saya apa untuk mengutus itu? Kepentingannya apa? Coba logikanya dipakai," kata dia.
Jokowi mengatakan dirinya sudah lama mendiamkan berbagai serangan dari berbagai pihak, termasuk PDIP. Namun ia menegaskan kesabaran tersebut ada batasnya.
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?