Adapun terkait koalisi harus didahului dengan komunikasi dan kesamaan paham. Pasalnya, dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 tidak ada calon petahana dan menjadi momentum baru bagi kedua partai untuk menunjukkan taringnya.
PKB dan PKS dinilainya juga memiliki kesamaan. Keduanya merupakan partai politik yang lahir di era reformasi dan sama-sama memiliki basis suara yang kuat di kelompok Islam. "Mungkinkah bisa menang? sangat mungkin, dulu pernah menang," ujar Jazilul.
"Apalagi hari ini saya dengar sendiri di acara Milad, PKS mengusung politik yang rahmatan lil alamin. Itu menurut saya modal. Kalau dalam bahasa agama itu kalimatun sawa, kalimat yang mempertemukan," sambung Wakil Ketua MPR itu.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi