Salah satu cara yang dilakukan oleh Jokowi untuk tetap bisa menghiasi ingatan dari para pendukungnya adalah dengan memperkarakan kasus dugaan ijazah palsu.
Terkesan lebih memilih untuk memperpanjang persoalan pribadi, Ray melihat Jokowi juga mendapat keuntungan dari situasi yang terjadi.
Disamping kepastian menyangkut publikasi, hal lain yang dapat diperoleh Jokowi dari kasus dugaan ijazah palsu adalah pemetaan dukungan atau loyalis.
Berusaha keras untuk tetap menjaga eksistensinya di dunia politik, Ray menduga Jokowi melakukan seluruh manuver tersebut demi menjaga keluarganya.
Tanpa keberadaan Jokowi di dalam lingkaran politik tanah air, Ray melihat posisi yang saat ini diemban oleh Gibran, Bobby serta Kaesang akan cenderung lebih rawan.
Selain karena belum memiliki pengalaman berpolitik yang teruji, kekuasaan dari politik keluarga Jokowi juga dapat berubah setiap saat.
Menyadari akan potensi yang dapat menggerus tersebut, tidak mengherankan jika kehadiran dan eksistensi Jokowi dalam peta politik belum sepenuhnya tuntas.
“Semua rangkaian yang terjadi, menurut saya menunjukkan bahwa hasrat Jokowi untuk berkuasa memang selalu ada,” jelas Ray.
👇👇
Sumber: AyoJakarta
Artikel Terkait
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?
Prabowo dan Ancaman Penertiban Pengkritik: Benarkah Demokrasi Kita Semakin Muram?