Namun, sisa-sisa simpatisan mereka masih aktif di media sosial dan aksi-aksi protes, sering kali menyebarkan narasi permusuhan terhadap pemerintahan Jokowi.
Ngabalin mengingatkan bahwa kelompok-kelompok ini telah melakukan koordinasi yang cukup solid untuk terus menekan pemerintah.
“Waktunya semakin dekat, mereka semakin menyatu dengan kelompok-kelompok yang selama ini vokal menyerang Jokowi,” katanya.
Meski demikian, dia meyakini bahwa pemerintah dan aparat keamanan mampu mengantisipasi ancaman tersebut.
“Masyarakat harus waspada terhadap provokasi dan hoaks yang disebarkan oleh kelompok-kelompok ini. Jangan sampai kita terpecah belah hanya karena kebencian segelintir orang,” pesannya.
👇👇
Gerombolan keok pada bangkit tuh, campur bekas HTI/FPI mulai bringas tuh. sinting. tingkat dewa kebencian mereka pada Jokowi.
sakitnya ampe uluhati, apa lagi si sulung jadi wapres. laskar takberguna yg lagi sakit ati krn di pecat diberhentikan di tengah jalan-koordinasi mantap,…
Sumber: SuaraNasional
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?