Menanggapi pernyataan Pangeran Mangkubumi itu, Rocky Gerung mengatakan, bahwa analogi yang dibuat oleh Pangeran sebenarnya merupakan sebuah kekacauan yang dibuat pada rezim saat itu.
"Jadi kekacauan itu terjadi justru karena anechoic chamber dibuat sendiri oleh kalangan istana. Istana siapa? Ya istana Jokowi pada waktu itu," kata Rocky.
Rocky lantas menyampaikan bahwa usulan dari para purnawirawan justru membuat publik merenungkan kembali kontribusi mereka terhadap bangsa.
Namun jika usulan pemakzulan Gibran itu justru dibahas banyak orang, itu menandakan ada sesuatu yang tidak beres di negeri ini.
"Kalau dia (purnawirawan) enggak ada gunanya, ngapain dibahas. Tetapi kalau satu purnawirawan bicara, dan dua purnawirawan ikut, tiga purnawirawan ikut, lalu empat BEM ikut, lalu 500 emak-emak ikut, lalu jadi berita di New York Times, itu artinya ada sesuatu di negeri ini," sindir Rokcy Gerung.
Sementara dalam potongan video lain, Rocky Gerung menyindir sosok Pangeran Mangkubumi selaku pendukung dari Gibran.
Ia menyebut bahwa Pangeran mendukung dengan kekosongan.
"Itu pentingnya Anda mau dukung Gibran dengan kekosongan. Recent issue saja Anda enggak ngerti, bagaimana coba. Gibran butuh konsultan. Saya pernah bilang ke kalian itu. Gibran butuh konsultan yang betul-betul paham tentang recent issue," kata Rocky.
👇👇
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang