Jaringan Google terhubung ke pusat data dan cloud region di seluruh dunia dan berfungsi sebagai mesin komputasi untuk produk dan layanannya. Dalam pusat data Google inilah yang menjalankan produk-produk seperti Search, Gmail, dan YouTube untuk semua orang di mana saja, ikut menjaga internet tetap hidup sepanjang waktu dan setiap hari.
"Walau kami terus memperluas jaringan dan menambah pusat data dan lokasi cloud region secara global, beberapa pelanggan dan pengguna kami secara geografis tetap cukup jauh dari pusat data atau cloud region Google. Bayangkan jika Anda harus naik mobil delapan jam hanya untuk menonton video, membaca email, atau melakukan panggilan Meet dengan kolega atau teman!," ujar Koley.
Ia menambahkan, "Untuk mengatasi masalah ini, kami membangun ratusan POP di seluruh dunia untuk mendekatkan konten ke internet service provider (ISP) lokal dan, kemudian, pengguna akhir. Traffic akan dibawa melalui jaringan khusus kami, dioptimalkan agar selalu cepat dan tersedia hingga tiba di POP. Dari sana, dengan memungut biaya dari pelanggan mereka, ISP mengirimkan konten secara lokal kepada pelanggan yang memintanya."
Satu hal yang juga tak kalah penting adalah peering, atau interkoneksi, dimana Google bertukar traffic dengan ISP lokal. Saat pengguna ingin menonton video di YouTube dari rumahnya, ISP mengambil video tersebut dari jaringan, membawanya ke jaringan mereka, kemudian melewati “saluran jarak dekat” menuju rumah atau perangkat seluler pengguna, dengan layanan langganan yang mereka berikan kepada pengguna akhir.
Perpindahan tanggung jawab antara ISP, penyedia konten, jaringan akademik, atau jaringan apa pun yang ikut berpartisipasi di internet biasanya terjadi di sebuah lokasi umum yang disebut fasilitas kolokasi. Setiap partisipan menanggung biaya masing-masing untuk membawa informasi ke fasilitas kolokasi, di mana mereka bisa mengirimkan dan menerima traffic serta membantu pengguna mengakses konten internet.
"Fasilitas kolokasi ini bukan pusat data milik Google maupun milik ISP, melainkan tempat netral yang bisa diakses banyak operator. Ia berfungsi sebagai titik pertemuan berbagai jaringan, tempat jalan milik ISP bertemu dengan jalan milik Google. Fasilitas ini juga lokasi yang bagus untuk membangun POP dengan kemampuan peering," jelas Koley.
Selain berinvestasi dalam fasilitas POP untuk mendekatkan konten ke ISP dan pengguna akhir, Koley mengatakan Google juga memiliki program sukarela bernama Google Global Cache (GGC) yang memungkinkan ISP meng-hosting cache untuk traffic Google dalam jaringan mereka sendiri.
Cache ini secara sementara menyimpan konten statis yang banyak diakses oleh pelanggan ISP. ISP pun dapat mengambil konten dari jaringan mereka sendiri, tanpa harus membawa traffic itu dari POP Google ke jaringan mereka. Dengan kata lain, program ini membantu mengurangi “kepadatan jalan”, meningkatkan pengalaman pelanggan ISP, dan memungkinkan ISP mengurangi beban biaya mereka.
"Singkatnya, data traffic internet dibawa melalui jalan yang panjang dan berliku dari tempat asal ke tujuan yaitu komputer atau perangkat pengguna akhir dan Google turut berperan dalam membangun dan memelihara jalan itu, bersama partner dan perusahaan teknologi internet lainnya. Kami harap informasi ini dapat membantu memahami bagaimana konten internet disajikan kepada pengguna akhir di seluruh dunia," tutup Koley.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid