Melansir dari siaran resminya, Senin (27/6//2022), setelah pelaku serangan siber mendapatkan akses ke infrastruktur perusahaan, mereka bisa menjual akses itu ke penjahat siber lain, misalnya ke pelaku ransomware.
Serangan seperti ini menimbulkan kerugian finansial yang signifikan, jatuhnya nama perusahaan yang menjadi sasaran serangan, dan bisa mengakibatkan terhentinya pekerjaan atau mengganggu proses bisnis. Baik UMKM maupun perusahaan besar bisa menjadi target serangan.
Para peneliti Kaspersky menganalisis lebih dari 200 unggahan di Dark Web yang menawarkan untuk membeli informasi akses awal di forum perusahaan, dengan maksud menentukan jenis data perusahaan yang dijual, serta kriteria apa yang digunakan penjahat siber untuk memberi harga dari sebuah data perusahaan.
Kebanyakan unggahan (75%) menjual akses RDP (Remote Desktop). Mereka menyediakan akses ke desktop atau aplikasi dengan host jarak jauh, yang memungkinkan penjahat siber untuk mengonek, mengakses, dan mengendalikan data dan sumber daya perusahaan melalui host jarak jauh seakan-akan karyawan perusahaan mengendalikan data secara lokal atau dari dalam perusahaan.
Untuk melindungi infrastruktur perusahaan dari serangan menggunakan layanan akses dan kendali jarah jauh, peneliti Kaspersky menyarakan untuk pastikan koneksi yang menggunakan layanan aman dengan:
Pakar keamanan Kaspersky, Sergey Shcherbel mengatakan harga untuk informasi akses awal bervariasi mulai dari beberapa ratus dolar hingga ratusan ribu dolar. Penentu utama tingginya harga dari postingan penawaran yang dianalisa adalah pendapatan dari target serangan bila pendapatan perusahaan yang menjadi target besar, harganya akan semakin tinggi. Harga juga bisa berbeda bergantung dari industri dan wilayah operasi perusahaan.
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid