Menurutnya, dengan adanya ekspansi dan perluasan pabrik ini, diharapkan kapasitas produski untuk kedua produk itu meningkat menjadi 500 pcs per tahun. Produski Lensa Tanam Katarak dan Glukama Implan sudah memiliki standar ISO dan sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Lensa Tanam Katarak sendiri merupakan lensa buatan untuk menggantikan lensa bagi penderita katarak. "Jadi saat kena katarak, lensa mata akan dibuang dan lensa ini akan ditanam di mata, dan ini dinamakan Intra Ocular Lens," katanya.
"Katarak sebetulnya bisa disembuhkan dengan jalan melakukan operasi. Akan tetapi, dengan menggunakan Lensa Tanam Katarak bisa menjadi lebih simpel dan praktis," sambungnya.
PT Rotho Labolatories Indonesia juga berkerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) untuk memproduksi Glukoma Implan yang digunakan untuk operasi. Perbedaannya, dengan Lensa Tanam Katarak masih bisa disembuhkan, sedangkan Glukoma tidak bisa disembuhkan. Sebab, jika menderita penyakit mata ini, tekanan bola mata akan merusak syaraf mata.
"Jadi, sebelum syarafnya rusak harus dioperasi dengan dilakukan penanaman Implan Gukoma," imbuhnya.
Produk ini berhasil diciptakan dengan nama Virna Glukoma Implan By Rohto yang dapat menekan biaya. Sebab, selama ini Glokoma Implan masih didatangkan dari luar negeri.
"Kalau produk impor Glokoma Implan itu harganya US$500, dengan diproduski sendiri dapat menekan biaya sekitar US$200 dolar atau 55 sampai 60 persen lebih murah. Keberhasilan ini diharapkan bisa membantu jumlah buta akibat katarak karena terjadi glukoma di Indonesia," pungkasnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid