Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini menambahkan, Partai Golkar merupakan partai terbesar kedua Pemilu 2019 sehingga memiliki jumlah kursi yang banyak di parlemen.
“Artinya kalau Gibran ke Golkar, keluarga Jokowi akan mendapatkan backup politik yang kuat,” tuturnya.
Selain itu, ada simbiosis mutualisme antara Golkar dan Gibran jika keluarga Jokowi bergabung.
"Golkar juga memperoleh keuntungan dari Jokowi yang saat ini sebagai Presiden,” demikian Ujang.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid