Ada pula yang menyebut pameran ini sebagai “otopsi moral bangsa” (@amandasah__), menegaskan dampak emosional yang kuat dari galeri ini.
👇👇
TAGS
TATSGS2
TAGS3
Acara Sound of Justice: Menggugah Keadilan
Sound of Justice 2025 Goes to Campus di Fakultas Hukum UGM menggabungkan seminar interaktif dan pameran untuk meningkatkan literasi hukum.
Selain Museum Koruptor, acara ini menghadirkan narasumber seperti Kepala Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Suroto, dan dosen hukum pidana UGM, Sri Wiyanti Eddyono, yang membahas isu keadilan restoratif.
Pameran ini berlangsung di area parkir utama Fakultas Hukum UGM, di depan Patung Dewi Keadilan, menambah simbolisme kuat pada pesan yang ingin disampaikan.
Acara ini gratis, terbuka untuk umum, dan menyediakan sertifikat serta konsumsi bagi peserta.
Mengapa Museum Koruptor Penting?
Korupsi telah menjadi masalah kronis di Indonesia, dengan kasus-kasus besar seperti korupsi di Pertamina (kerugian Rp193,7 triliun) dan PT Timah (Rp300 triliun) yang terus menjadi sorotan.
Museum Koruptor Indonesia hadir untuk mengingatkan bahwa korupsi bukan hanya angka, tetapi juga pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.
Dengan pendekatan yang berani dan edukatif, UGM dan Kejaksaan Agung berharap pameran ini dapat menjadi katalis perubahan, mendorong masyarakat untuk lebih vokal menentang korupsi.
“Ini bukan museum gaya-gayaan, tapi galeri yang membuka mata,” tulis @TxtuBah3_.
Jangan Lewatkan Kesempatan Berkunjung!
Bagi Anda yang berada di Yogyakarta, Museum Koruptor Indonesia adalah destinasi yang wajib dikunjungi untuk memahami dampak korupsi dan pentingnya menjaga integritas.
Acara Sound of Justice dan pameran ini menjadi bukti bahwa edukasi hukum bisa disampaikan dengan cara yang kreatif dan menggugah.
Sumber: JawaPos
Artikel Terkait
2 Mantan Perwira Polri Jadi Tersangka TPPU Narkoba, Ada Bandar dan Sabu 488 Gram!
Mantan Gubernur Lampung Ditahan! Tersangka Korupsi Rp271 Miliar, Aset Rp35 Miliar Disita
Polisi Bekuk Dua Otak Pencucian Uang Jaringan Narkoba Ko Erwin, Rekening Karyawan Dikendalikan dari Malaysia
Khalid Basalamah Kembalikan Rp 8,4 M ke KPK: Pengakuan Mengejutkan di Balik Skandal Kuota Haji!