Program ini bertujuan untuk menyediakan perangkat belajar bagi jutaan siswa, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan, agar mereka tidak tertinggal di era digital.
Proyek ini menjadi semakin krusial selama dan setelah pandemi COVID-19, di mana pembelajaran jarak jauh menjadi sebuah keniscayaan.
3. Berapa Nilainya?
Di sinilah masalah dimulai. Meskipun Chromebook adalah perangkat yang relatif murah per unitnya, proyek ini melibatkan pengadaan dalam jumlah jutaan unit untuk didistribusikan ke seluruh nusantara.
Akibatnya, total nilai proyek ini mencapai angka yang fantastis yang disebutkan mencapai triliunan rupiah dari dana APBN.
Anggaran raksasa inilah yang selalu menjadi celah rawan bagi praktik korupsi.
4. Lalu, di Mana Letak Dugaan Korupsi-nya?
KPK belum merinci secara detail, namun berdasarkan pola kasus korupsi pengadaan barang dan jasa, dugaan kuatnya mengarah pada dua hal bisa jadi mengenai penggelembungan harga, atau permainan tander.
KPK menduga ada "kongkalikong" dalam proyek triliunan ini yang merugikan keuangan negara dan mengkhianati misi mulia digitalisasi pendidikan.
Sebagai penanggung jawab tertinggi di kementerian saat itu, Nadiem Makarim kini harus menghadapi konsekuensi hukumnya.
Menurut Anda, di mana titik paling rawan dari proyek-proyek pengadaan besar seperti ini yang membuatnya selalu menjadi ladang korupsi?
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Kasat Narkoba Toraja Utara Terima Setoran Rp10 Juta/Minggu dari Bandar, Ini Fakta yang Terungkap di Sidang Etik
AKP Arifan Efendi Diduga Terima Setoran Rp10 Juta/Minggu dari Bandar: Fakta Sidang Etik yang Mengejutkan
KPK Ungkap Modus Grup WA Belanja RSUD untuk Salurkan Uang ke Keluarga Bupati Pekalongan
Fadia Arafiq Klaim Sedang Bersama Gubernur Saat OTT, Ahmad Luthfi Bantah Tegas: Siapa yang Bohong?