Situasi semakin rumit ketika Mahfud menyebut adanya indikasi pemaksaan. Beberapa travel haji disebut merasa dipaksa membeli kuota oleh oknum tertentu di Kementerian Agama, yang kemudian mengembalikan uang karena takut terlibat dalam proses bermasalah.
Mahfud juga meluruskan spekulasi dengan menegaskan bahwa tidak ada barang berharga yang disita dari rumah Yaqut Cholil Qoumas, selain dokumen dan uang pengembalian dari travel tersebut.
Kuota Furoda dan Tata Kelola Haji yang Dipertanyakan
Kuota haji Furoda merupakan jalur non-pemerintah yang dikelola oleh agen. Pengungkapan angka 4.000 USD oleh pejabat setingkat Mahfud MD memantik pertanyaan publik mengenai integritas dan tata kelola penyelenggaraan haji yang telah lama dianggap bermasalah.
Meski menekankan bahwa semua dugaan harus diuji di pengadilan, pernyataan Mahfud ini telah mengangkat isu krusial yang menuntut penjelasan dan penertiban lebih lanjut dari pihak berwenang.
Artikel Terkait
Mahfud MD Bongkar Skandal Kuota Haji Furoda: Dijual Rp 60 Juta per Jamaah!
Kades Kohod Divonis 3,5 Tahun! Ini Peran Pengacara & Wartawan dalam Kasus Korupsi Pagar Laut Tangerang
Gus Dur Diperiksa Polisi, Kenapa Jokowi Tidak? Fakta Mengejutkan dari Mantan Wakapolri
Gus Yaqut Bantah Makan Uang Haji, Tapi KPK Beberkan Fakta Kerugian Rp 1 Triliun!