"Kami tidak tahu, Pak. Karena semua pengangkatan langsung oleh Menteri BUMN. Tinggal surat. Kami dilantik, kami dicopot, tidak pernah diajak negosiasi," ujarnya, merujuk pada Erick Thohir.
Meski dalam dakwaan disebutkan praktik ship chartering dan sewa Terminal BBM (TBBM) menimbulkan kerugian negara, Ahok mengklaim sistem digital Pertamina di eranya sangat transparan dan dapat ditelusuri secara detail.
"Saya bisa ikutin semua. Minyak ke mana, uang ke mana, sampai kapal delay berapa hari. Kalau ada yang 'kencing', saya bisa curiga," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Ahok justru mendorong penyidik untuk mengusut perkara ini hingga ke level tertinggi jika ingin mengungkap kebenaran secara menyeluruh. Ia menyarankan agar pemeriksaan tidak hanya berhenti pada level teknis operasional.
"Makanya saya bilang ke Pak Jaksa, kalau mau bongkar tuntas periksa sekalian Menteri BUMN. Bahkan Presiden bila perlu," pungkas Ahok, merujuk pada Joko Widodo yang menjabat presiden pada periode tersebut.
Artikel Terkait
KPK Tantang Noel Ebenezer: Buktikan Keterlibatan Parpol K di Sidang, Bukan Cuma Koar!
Ahok Bongkar Alasan Pencopotan 2 Dirut Pertamina: Periksa Erick Thohir Sampai Jokowi!
BPK Finalisasi Kerugian Negara Triliunan Rupiah: KPK Siap Tahan Mantan Menag Yaqut?
Noel Ebenezer Peringatkan Menkeu Purbaya: Bapak Bisa Di-Noel-kan! Ini Arti Ancaman Hukumnya