Polhukam.id - Baku tembak antarpolisi yang konon melibatkan Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) lalu masih menjadi omongan publik.
Brigadir J yang merupakan ajudan Irjen Sambo dan juga sopir pribadi istri Pak Kadiv, Putri Candrawathi, dikabarkan meninggal di tempat.
Pendiri Setara Institute Rocky Gerung pun angkat bicara.
Menurutnya pers dan publik harus membedakan antara informasi faktual dengan sensasional dalam insiden itu.
"Hal penting adalah memisahkan apa yang sebetulnya sedang diteliti secara saintifik oleh pihak kepolisian, dengan apa yang telanjur dikonsumsi publik sebagai hal yang sensasional," kata Rocky pada Kamis (14/7).
Dia menjelaskan setidaknya ada dua fakta dalam kasus itu.
Artikel Terkait
2 Mantan Perwira Polri Jadi Tersangka TPPU Narkoba, Ada Bandar dan Sabu 488 Gram!
Mantan Gubernur Lampung Ditahan! Tersangka Korupsi Rp271 Miliar, Aset Rp35 Miliar Disita
Polisi Bekuk Dua Otak Pencucian Uang Jaringan Narkoba Ko Erwin, Rekening Karyawan Dikendalikan dari Malaysia
Khalid Basalamah Kembalikan Rp 8,4 M ke KPK: Pengakuan Mengejutkan di Balik Skandal Kuota Haji!