Anggota Komisi III DPR RI ini menyebutkan, jemput paksa SYL bisa dilakukan bila yang bersangkutan tak bisa hadir pada Jumat besok.
"Tapi kan ini engga. Ini berlaku pada malam hari ini dijemput paksa. Pertanyaannya ada apa dengan KPK? Kenapa musti terburu-buru tidak melalui proses dengan alasan yang kuat? Kalau tadi ali fikri bilang ada sesuai analisis, kan gak bisa bicara analisis tapi bicara bagaimana fakta hukum yang berlaku harus dijalanin," tegas Sahroni.
Meski tak mau berburuk sangka soal KPK, menrut Sahroni, jemput paksa ini harus dipertanyakan.
"Kita ga mau berburuk sangka tapi kalau hukum acara dan kekuasaan power dilakukan bagaimana ni? Ini terbukti bahwa, kalau KPK sekarang punya power besar dan power itu dipergunakan kesewenang-wenangan, pertanyaannya ada apa dengan KPK? Kenapa? Ini kan Pak SYL bukan lagi menteri. Kenapa musti dipaksain malam ini musti ditangkap," tegas Sahroni.
Sumber: voi
Artikel Terkait
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?
Yaqut Cholil Qoumas Kembali ke Rutan KPK: Apa Hasil Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara?