Selain itu, mereka juga tidak sependapat dengan besaran nilai kerugian yang didakwakan. Mereka menilai bahwa kerugian tidak mencapai Rp 398,48 juta. Lebih kecil dari itu. Namun, pada akhirnya eksepsi tersebut ditolak hakim.
Seperti diberitakan, HE didakwa melakukan korupsi dana kebersihan Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) pada 2018-2020. Terdakwa diduga tidak melakukan kewajibannya sebagai penyedia jasa kebersihan RSKK sesuai dokumen kontrak kerja.
Anggaran pengadaan kebersihan tahun 2018 hingga 2020, serta anggaran dana BLUD mencapai Rp 5,5 miliar. Sesuai hasil audit kasus tersebut menimbulkan kerugian negara Rp 398,48 juta.
Baca Juga: Kasus Kades Jambean Kras Dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Kediri
Setelah menangani kasus sejak awal 2023 lalu, HE ditetapkan sebagai tersangka pada 31 Agustus lalu. Dia langsung ditahan di Rutan Negara Kelas I Surabaya setelah diperiksa secara intensif pada Selasa (14/11) lalu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarkediri.jawapos.com
Artikel Terkait
Misteri Ibu Solo Terkuak: Modus Pemerasan yang Guncang Tulungagung dalam OTT KPK
Gus Yaqut & USD 1 Juta: KPK Beberkan Rencana Pengondisian Pansus Haji yang Gagal
Terungkap! Pelapor Jusuf Kalla Ternyata Kader PSI, Disebut Langsung Anak Buah Kaesang
Jatah Preman Rp7 Miliar di Riau Terbongkar: Ajudan Eks Gubernur Terjaring OTT KPK