Nakhoda LCT, Supian mengungkap, setir kemudinya tiba-tiba tidak berfungsi. "Tidak bisa diputar-putar, keras sekali," ujarnya.
Ia mengaku sudah berusaha sekuat tenaga, sampai akhirnya pasrah. "Mesin masih hidup. Saya tidak berani mematikan, nanti malah makin nyelonong," tambahnya.
"Saya juga tidak tahu, faktor apa sampai kemudinya tak bisa dikendalikan," tutup Supian.
Ketua RT 10 Alalak Utara, Fadlan menjelaskan, pemilik LCT telah datang ke lokasi. Dia dan korban sepakat untuk menyelesaikan insiden ini secara kekeluargaan.
"Pihak LCT bersedia memberi ganti rugi. Masih dalam proses," ujarnya.
Editor: Syarafuddin
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarbanjarmasin.jawapos.com
Artikel Terkait
KPK Panggil Staf PBNU, Mengapa Mangkir dari Kasus Korupsi Kuota Haji Era Yaqut?
Balas Dendam Keluarga Terungkap: Inilah Motif Mengerikan di Balik Pembunuhan Nus Kei di Bandara Langgur
Korupsi ke Sugar Baby: KPK Beberkan Modus Baru Pencucian Uang yang Bikin Sugar Baby Bisa Dipidana
Feri Amsari Dilaporkan Polisi! Apa yang Sebenarnya Dia Kritik Soal Swasembada Pangan?