Nakhoda LCT, Supian mengungkap, setir kemudinya tiba-tiba tidak berfungsi. "Tidak bisa diputar-putar, keras sekali," ujarnya.
Ia mengaku sudah berusaha sekuat tenaga, sampai akhirnya pasrah. "Mesin masih hidup. Saya tidak berani mematikan, nanti malah makin nyelonong," tambahnya.
"Saya juga tidak tahu, faktor apa sampai kemudinya tak bisa dikendalikan," tutup Supian.
Ketua RT 10 Alalak Utara, Fadlan menjelaskan, pemilik LCT telah datang ke lokasi. Dia dan korban sepakat untuk menyelesaikan insiden ini secara kekeluargaan.
"Pihak LCT bersedia memberi ganti rugi. Masih dalam proses," ujarnya.
Editor: Syarafuddin
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarbanjarmasin.jawapos.com
Artikel Terkait
KPK Gegerkan Bea Cukai: Uang Rp5 Miliar di Safe House Ciputat untuk Operasional Apa?
Muhammad Kerry Divonis 15 Tahun: Ini Rincian Denda Rp1 Miliar & Uang Pengganti Triliunan
Freddy Alex Damanik Diperiksa Lagi: Apa Hasil Terbaru Kasus Ijazah Jokowi?
Yurisdiksi Haji di Saudi: Alasan Kuat Eks Menag Yaqut Ajukan Praperadilan, Sidang Malah Ditunda!