Tapi, lanjut Ermelinda, menjadi sorotan bukan kasus pengeroyokan malah Satreskrim Polres Belu mempertanyakan soal pengrusakan.
"Seolah-olah mereka tidak tahu soal kasus pengeroyokan yang mengakibatkan anak kami jadi korban," terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Ayah korban, Alexander Frederick Loe menjelaskan, pihaknya bersama keluarga sudah melaporkan kasus pengeroyokan ini ke Satreskrim Polres Belu.
Baca Juga: 2023 Berlalu, Banyak Kasus Mandek di Polres Belu
Hingga saat ini, Sudah 2 orang saksi yang diperiksa oleh Satreskrim Polres Belu melalui Unit PPA.
"Saya sudah laporkan ke Polisi sejak tanggal 1 Januari 2024 sekitar pukul 11.00 Wita siang," jelasnya.
Menurut ayah korban, Sekitar pukul 04 subuh tanggal 1 januari 2024 ia menerima informasi anaknya bernama Enricko Loe Mau (17) berada di Rumah Sakit atas korban pengeroyokan.
Korban dikeroyok oleh belasan orang di pertigaan Apodeti, pegadaian depan Sinar Gemilang, Atambua.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusrainside.com
Artikel Terkait
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?
Yaqut Cholil Qoumas Kembali ke Rutan KPK: Apa Hasil Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara?