Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa, mereka siap membantu Sri Lanka. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe pada Senin.
"Selama masa-masa yang menantang secara ekonomi dan politik ini, AS siap bekerja dengan Sri Lanka, dalam koordinasi yang erat dengan Dana Moneter Internasional dan komunitas internasional," kata Blinken.
Sebelumnya, dalam wawancara Associated Press pada Sabtu (11/6), Wickremesinghe tak menampik kemungkinan membeli minyak kepada Rusia. Saat ini sebagian besar negara Barat memutus impor bahan bakar dari Rusia sebagai bentuk sanksi atas invasi Rusia di Ukraina.
Menurut Wickremesinghe, Rusia juga saat ini menawarkan gandum. Rusia adalah pemasok sekitar 30 persen pasar gandum global. Ia memperkirakan kelangkaan pangan di negaranya akan berlangsung hingga 2024.
Indikasi lainnya, Wickremesinghe juga mengisyaratkan kemungkinan untuk menerima kucuran dana dari Cina. Ini akan dilakukan meski Sri Lanka sedang dicekik utang.
Sumber: republika.id
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!