Hubungan AS dan China kini sedang tegang. Ketidaksepakatan soal praktik Hak Asasi Manusia (HAM), isu Taiwan, perdagangan hingga manuver militer China di kawasan Asia Pasifik selalu menjadi awal perselisihan dua negara besar ini.
Hubungan Paman Sam dengan Negeri Panda itu pun makin diperburuk dengan pernyataan Biden yang bulan lalu menegaskan, AS tidak akan segan turun tangan membantu Taiwan, jika China tidak berhenti pamer kekuatan militer di dekat Taiwan.
Di awal masa pemerintahannya, Biden sempat mempertimbangkan untuk menghapus sejumlah tarif tambahan untuk China, yang diterapkan Donald Trump. Namun, rencana ini terus mundur akibat banyak hal.
Secara terpisah, Yang mengatakan, Beijing selalu terbuka untuk melakukan dialog dengan Washington.
“Selama pembicaraan tetap dalam lingkup menghormati kedaulatan lawan bicara, kami tidak pernah menutup pintu dialog,” ujar Yang dikutip Xinhua.
Biden juga berulang kali berbicara kepada Xi via telepon, bahwa AS tidak berupaya menjalankan model baru Perang Dingin atau mengubah sistem China, atau tidak mendukung upaya kemerdekaan Taiwan, ataupun bermaksud berkonflik dengan China.
Sumber: rm.id
Artikel Terkait
7 Kapal Tanker Malaysia Terjebak di Selat Hormuz: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Trump Sebut MBS Kissing My Ass: Fakta di Balik Pernyataan Kasar yang Menggemparkan
Iran Klaim Hancurkan 6 Kapal AS di Teluk: Operasi True Promise 4 Picu Eskalasi Baru?
Lebih dari 300 Tentara AS Terluka: Mengapa Cedera Otak Jadi Ancaman Tersembunyi Perang Modern?