Sanksi ekonomi selama bertahun-tahun oleh Barat telah memblokir akses Iran ke suku cadang asli dan peralatan baru.
Situs militer dan nuklir yang sensitif di Iran juga telah menjadi target serangan selama beberapa tahun terakhir, yang menurut Teheran dilakukan oleh Israel.
Pada bulan Februari, kebakaran terjadi di sebuah pangkalan milik Pengawal Revolusi paramiliter Iran di provinsi barat Kemranshah. Dalam insiden itu, api membakar bagian gudang yang penuh dengan oli mesin dan bahan lain yang mudah terbakar.
Imbas dari ledakan itu, gudang mengalami kerusakan parah, tetapi tidak ada korban jiwa. Sementara sehari sebelumnya, laporan yang belum dikonfirmasi menyebar secara online, menyebut soal sejumlah ledakan di Kermanshah utara. Wilayah ini telah menjadi lokasi strategis bagi Iran karena diisi oleh situs-situs rudal dan militer.
Berbagai laporan ledakan muncul di tengah kegelisahan Iran tentang kesepakatan nuklirnya yang compang-camping dengan kekuatan dunia. Negosiasi di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu telah terhenti selama berbulan-bulan.
Kesepakatan nuklir 2015 itu sebelumnya telah memberikan keringanan sanksi untuk Iran dengan imbalan pembatasan program nuklir di negara itu. Namun, empat tahun lalu, kesepakatan itu runtuh usai mantan Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian dan memberlakukan kembali sanksi yang menghancurkan untuk Iran.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Trump Klaim Mojtaba Khamenei Tewas: Benarkah Rezim Iran Akan Runtuh?
Markas UNIFIL Diserang Israel, Personel TNI Jadi Korban: Apa yang Terjadi?
Iran Ancam Bom Universitas AS & Israel: Target Baru yang Bikin Dunia Kaget!
Kebocoran Kimia Mencekam di Israel: Serangan Rudal Iran Picu Lockdown Darurat di Beersheba