Menteri Luar Negeri Norwegia, Anniken Huitfeldt menekankan kebijakan baru bukanlah boikot terhadap Israel. Huitfeldt mengklaim Norwegia memiliki hubungan baik dengan Israel. Namun, Israel telah memperingatkan langkah itu akan membahayakan hubungan bilateral mereka.
“Keputusan ini tidak akan berkontribusi pada kemajuan hubungan Israel-Palestina dan akan memengaruhi hubungan bilateral antara Israel dan Norwegia serta relevansi Norwegia untuk mempromosikan hubungan antara Israel dan Palestina,” kata Kementerian Luar Negeri Israel dikutip Middle East Monitor, Selasa (14/6/2022).
Meskipun Israel menyelesaikan pengambilalihan penuh atas Palestina pada tahun 1967, masyarakat internasional tidak mengakui pendudukan dan pencaplokan ilegal Yerusalem Timur yang diduduki. Prinsip utama hukum internasional adalah larangan perolehan wilayah melalui paksaan.
Israel dinilai tidak hanya melanggar prinsip itu, tetapi juga telah memindahkan hampir satu juta warga Yahudinya ke wilayah Palestina yang diduduki.
Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah negara telah merusak prinsip hukum tersebut demi mendukung Israel.
Menyusul putusan pengadilan UE 2019, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengklaim permukiman Tepi Barat Israel tidak konsisten dengan hukum internasional.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Ledakan di Teheran & Yerusalem: Iran Klaim Pukulan Telak ke AS-Israel, Selat Hormuz Terancam!
Gas Air Mata di Hari Raya: Serangan Israel ke Jamaah Sholat Idul Fitri di Al-Aqsa, Apa Motifnya?
F-35 AS Tertembak Iran? Fakta Mengejutkan di Balik Pendaratan Darurat yang Guncang Dunia
Serangan Rudal Israel Hancurkan Pusat Antariksa Iran: Dampak Mengerikan yang Dirahasiakan