Delta Force Tangkap Maduro? Fakta Mengejutkan Klaim Trump & Operasi Rahasia AS

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 20:50 WIB
Delta Force Tangkap Maduro? Fakta Mengejutkan Klaim Trump & Operasi Rahasia AS

Delta Force Disebut Tangkap Presiden Maduro: Klaim Trump dan Fakta Satuan Elite AS

Sebuah klaim mengejutkan menyebar setelah mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan pasukan elite Delta Force telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Operasi yang disebut terjadi pada Sabtu (3/1/2025) ini langsung memicu gelombang kehebohan di panggung internasional.

Klaim Trump dan Respons Venezuela

Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Donald Trump mengklaim operasi penangkapan Maduro telah berhasil dilaksanakan. "Maduro dan istrinya ditangkap dan dikeluarkan dari negara itu setelah operasi penyerangan, dan dalam koordinasi dengan otoritas penegak hukum AS," tulis Trump. Ia bahkan menyebut operasi ini sebagai sebuah aksi yang "brilian" dalam wawancara dengan New York Times.

Namun, hingga kini pemerintah Venezuela belum mengonfirmasi kebenaran klaim penangkapan tersebut. Melalui akun Facebook resminya, Maduro justru mengunggah video yang mengonfirmasi adanya serangan di wilayah Miranda, Aragua, dan La Guaira. Dalam pesannya, Maduro menegaskan bahwa AS tidak akan berhasil menguasai sumber daya strategis Venezuela, seperti minyak dan mineralnya.

Mengenal Delta Force: 5 Fakta Satuan Paling Elite AS

Delta Force, atau nama resminya 1st Special Forces Operational Detachment-Delta, berada di bawah Komando Gabungan Operasi Khusus AS (JSOC). Berikut adalah fakta-fakta mendalam tentang kesatuan rahasia ini:

1. Unit Kontraterorisme Paling Pilihan

Delta Force adalah unit tier-one Angkatan Darat AS yang khusus menangani misi kontraterorisme tingkat tinggi dan pembebasan sandera. Anggotanya direkrut dari kesatuan elit lain seperti 75th Ranger Regiment dan Special Forces Groups (Green Berets).

2. Proses Seleksi dan Pelatihan Ekstrem

Calon anggota harus melalui proses seleksi yang disebut "Assessment and Selection" yang sangat ketat, diikuti periode pelatihan intensif selama sekitar 6 bulan. Materi pelatihan mencakup penembak jitu (sniper), bahan peledak, penyergapan, serta keterampilan khusus seperti membuka berbagai jenis gembok dan kunci.

Halaman:

Komentar