Angka ini sangat kontras dengan inflasi Indonesia yang pada 2025 tercatat 2,92%. Secara kumulatif, harga barang dan jasa di Iran telah melonjak lebih dari 17 kali lipat, mengikis daya beli hingga 94% penduduk.
Harga Emas Melambung 11.475% di Iran
Krisis ini juga tercermin dari harga emas. Sementara harga emas global naik 230% dari 2018 hingga 2026, harga emas 18 karat di Iran meroket dari 1.387.000 rial menjadi 160.550.000 rial per gram. Ini merupakan lonjakan fantastis sebesar 11.475%, atau naik lebih dari 115 kali lipat. Kenaikan harga emas global turut memperparah tekanan finansial yang dialami masyarakat Iran.
Apa Penyebab Runtuhnya Ekonomi Iran?
Keruntuhan ekonomi Iran sering dikaitkan dengan kombinasi sanksi internasional, inflasi tinggi, dan isolasi diplomatik. PBB memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran pada September 2025 setelah Dewan Keamanan gagal memperpanjang keringanan sanksi terkait kesepakatan non-proliferasi nuklir.
Sanksi yang dipulihkan mencakup embargo senjata konvensional, pembatasan program rudal balistik, pembekuan aset, dan larangan perjalanan. Uni Eropa juga menerapkan sanksi serupa, ditambah sanksi terkait isu hak asasi manusia dan pasokan drone Iran ke Rusia yang digunakan dalam perang di Ukraina.
Artikel Terkait
Meninggal di Usia 142 Tahun, Pria Saudi Ini Tinggalkan 134 Keturunan dan Pernikahan Terakhir di Usia 110!
Perang Dunia III Sudah Dimulai? Pakar Rusia Ungkap Bentuk dan Medan Tempur yang Tak Disadari Banyak Orang
AS Serukan Evakuasi Darurat Warga AS dari Iran: Ancaman Serangan Trump Makin Nyata?
Trump Siap Serang Iran? Ini Rencana Militer Rahasia & Dampaknya bagi Dunia