Bumi Kehilangan Gravitasi 7 Detik di 2026? Ini Fakta Sains yang Mengejutkan!

- Rabu, 21 Januari 2026 | 14:25 WIB
Bumi Kehilangan Gravitasi 7 Detik di 2026? Ini Fakta Sains yang Mengejutkan!

1. Sifat Dasar Gravitasi

Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang dihasilkan oleh massa suatu benda. Bumi memiliki massa yang sangat besar, yang menciptakan medan gravitasi. Gravitasi tidak dapat "dimatikan" atau "dihidupkan" sesuka hati seperti saklar lampu. Selama Bumi memiliki massa, gravitasi akan tetap ada.

2. Klaim Gelombang Gravitasi yang Salah Kaprah

Penyebar hoaks menyebut penyebabnya adalah "perpotongan dua gelombang gravitasi dari lubang hitam". Pernyataan ini keliru secara konsep:

  • Gelombang gravitasi adalah riak dalam ruang-waktu yang bergerak dengan kecepatan cahaya, bukan fenomena yang dapat menghilangkan gravitasi Bumi.
  • Prediksi tabrakan lubang hitam tidak akan menghentikan gravitasi planet kita.
  • NASA bukanlah lembaga utama yang mempelajari gelombang gravitasi. Observatorium seperti LIGO, Virgo, dan KAGRA yang bertugas mendeteksinya.

3. Kondisi Ekstrem untuk Menghilangkan Gravitasi

Satu-satunya cara Bumi kehilangan gravitasinya adalah jika planet ini kehilangan seluruh massanya. Itu berarti inti, mantel, dan kerak Bumi harus lenyap. Jika hal itu terjadi, Bumi sendiri sudah tidak ada lagi. Jelas, skenario ini adalah kemustahilan mutlak.

Kesimpulan: Hoaks yang Mudah Dibantah

Klaim Bumi kehilangan gravitasi selama 7 detik pada 2026 adalah informasi hoaks yang tidak memiliki dasar ilmiah sedikit pun. Gravitasi adalah gaya fundamental yang konstan. Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dan memverifikasi informasi mengejutkan dengan merujuk pada sumber sains yang terpercaya sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Jangan mudah termakan berita viral yang berseliweran di media sosial tanpa penjelasan fisika yang masuk akal.

Halaman:

Komentar