Israel Diduga Sensor Data Korban Tewas di Bunker Akibat Rudal Iran
Sebuah laporan eksklusif dari seorang jurnalis India mengungkap adanya dugaan sensor ketat dan pembatasan informasi yang dilakukan otoritas Israel terkait korban jiwa serangan rudal Iran.
Braj Mohan Singh dari Sandha News India, yang meliput langsung di wilayah konflik sejak akhir Februari 2024, menyatakan bahwa informasi mengenai korban tewas, terutama yang berada di dalam bunker sedalam sekitar 100 kaki, sengaja tidak dipublikasikan secara terbuka.
Pembatasan Akses Media dan Data Korban yang Tidak Transparan
Singh mengklaim otoritas setempat secara ketat membatasi akses jurnalis ke lokasi kejadian, rumah sakit, dan data korban yang akurat. "Ketika suatu insiden terjadi, kami tidak diberi detail lokasinya. Keesokan harinya, kami hanya diberitahu 'Hanya ada satu korban jiwa'," ujarnya.
Namun, keterangan dari warga lokal justru berkata lain. "Seorang warga setempat memberi tahu kami, 'Ada empat rumah, dan semua orang meninggal,' yang mengindikasikan skala insiden yang lebih besar," tambah Singh, menyoroti kesenjangan antara laporan resmi dan fakta di lapangan.
Artikel Terkait
Trump Ancam Kuba Setelah Iran: Apa Target Berikutnya dan Dampaknya bagi Dunia?
Bunker Israel Gagal Total? Jurnalis India Ungkap Fakta Mengerikan yang Ditutup-tutupi
Rusia Bocorkan Data Rahasia AS ke Iran? Ini Dampak Mengerikan yang Bisa Terjadi
Iron Dome Jebol! Iran Hantam Tel Aviv dengan Rudal Klaster, Bandara Ben Gurion Terbakar