Luhut Peringatkan: Harga BBM Bisa Melonjak Jika Indonesia Ikut Musuhi Iran, Ini Dampaknya!

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:50 WIB
Luhut Peringatkan: Harga BBM Bisa Melonjak Jika Indonesia Ikut Musuhi Iran, Ini Dampaknya!

Peringatan Luhut: Jangan Musuhi Iran, Harga BBM Indonesia Bisa Terguncang

Di tengah tensi geopolitik global yang memanas, Indonesia diingatkan untuk berhati-hati menentukan sikap. Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengeluarkan peringatan keras agar Indonesia tidak ikut terseret dalam konflik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat.

Bagi Luhut, persoalan ini bukan sekadar isu politik luar negeri. Ada dampak ekonomi langsung yang bisa dirasakan masyarakat Indonesia, terutama terkait harga energi dan bahan bakar minyak (BBM).

“Kita jangan ikut-ikut memusuhi mereka. Tidak ada gunanya,” ujar Luhut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Peringatan itu muncul di tengah kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat mengguncang pasar energi global dan berimbas pada kenaikan harga BBM di dalam negeri.

Mengapa Iran Sangat Penting Bagi Stabilitas Harga BBM Indonesia?

Secara global, Iran merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak dan gas terbesar di dunia. Posisinya sangat strategis dalam rantai pasokan energi global.

Jika Iran terkena embargo lebih keras atau terlibat konflik militer besar, pasokan minyak global berpotensi menyusut drastis. Ketika pasokan berkurang, harga minyak dunia hampir pasti melonjak.

Dampaknya akan langsung terasa pada negara pengimpor minyak seperti Indonesia. Sebagai net importer, fluktuasi harga minyak dunia sangat memengaruhi biaya impor energi dan tekanan terhadap APBN, yang berujung pada potensi kenaikan harga BBM.

Pesan Luhut untuk Kedaulatan dan Ketahanan Energi Nasional

Luhut menegaskan bahwa Indonesia perlu bersikap realistis dan berhati-hati. Prinsip politik luar negeri bebas aktif harus dijaga dengan mempertimbangkan kepentingan ekonomi nasional.

Halaman:

Komentar