Sikap Vatikan ini mencerminkan pandangan Paus Leo XIV. Sebagai Paus pertama asal Amerika Serikat, Leo XIV dikenal konsisten menyuarakan keprihatinan atas penderitaan di Palestina. Vatikan berargumen bahwa melemahkan peran PBB dalam krisis internasional adalah langkah berisiko, dan menegaskan PBB sebagai lembaga paling kompeten untuk mengelola perdamaian.
Meski telah diundang sejak Januari 2026, Vatikan memilih untuk tetap setia pada statusnya sebagai pengamat tetap di PBB dan tidak masuk dalam lingkaran dewan bentukan Trump yang dinilai sarat kepentingan politik tertentu.
Respon Internasional: Eropa Menjauh, Indonesia Bergabung
Penolakan Vatikan sejalan dengan sikap hati-hati Uni Eropa dan Italia, yang juga enggan bergabung secara resmi. Namun, berbeda dengan Vatikan, keduanya masih mengirim perwakilan sebagai pengamat dalam KTT perdana BoP di Washington DC.
BoP Trump menuai kritik dari berbagai pakar yang menilai strukturnya mirip pola kolonialisme baru. Keraguan juga muncul karena tidak adanya perwakilan resmi Palestina dalam dewan tersebut.
Di tengah penolakan dari banyak pihak, beberapa negara tetap merapat. Indonesia memutuskan untuk bergabung. Presiden Prabowo Subianto dilaporkan telah berada di Washington DC untuk menghadiri pertemuan perdana BoP, menegaskan peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian global.
Artikel Terkait
Sara Duterte vs Marcos: Pertarungan Sengit Perebutan Kursi Presiden Filipina 2028 Sudah Dimulai
Ramadan di Ambang Krisis: Imam Al-Aqsa Ditahan, Israel Picu Ketegangan Baru di Yerusalem
Mengejutkan! Dokumen Rahsia IDF Ungkap Ada WNI yang Jadi Tentara Israel
Obama Bongkar Fakta Alien: Pernyataan Viral vs Klarifikasi Mengejutkan