Presiden Trump juga menerima pengarahan langsung dari Utusan Khusus untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan Penasihat Kepresidenan Jared Kushner. Pengarahan ini membahas hasil pertemuan tidak langsung antara negosiator Iran dan AS di Jenewa, Swiss, yang difasilitasi oleh Oman.
Perundingan yang berlangsung selama 3,5 jam tersebut dilaporkan berakhir tanpa resolusi yang jelas. Meski Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan kedua pihak menyepakati serangkaian prinsip, seorang pejabat AS menyebut masih banyak detail yang harus dirundingkan lebih lanjut.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa AS masih menunggu kejelasan sikap Iran dalam beberapa pekan ke depan terkait negosiasi nuklir. Leavitt tidak memberikan konfirmasi lebih lanjut apakah masa tunggu tersebut akan menunda potensi serangan militer.
"Dia (Presiden Trump) menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan hal ini," ujar seorang sumber terkait proses pengambilan keputusan ini. Laporan kesiapan militer AS untuk menyerang pada akhir pekan ini pertama kali diungkap oleh CBS News.
Sampai saat ini, belum ada kejelasan apakah Presiden Trump akan benar-benar memberikan perintah untuk menyerang Iran dalam waktu dekat atau tidak. Situasi ini terus dipantau secara intensif oleh komunitas internasional.
Artikel Terkait
Vatikan Tolak Board of Peace Trump: Pilih PBB, Indonesia Malah Gabung, Ini Dampaknya!
Sara Duterte vs Marcos: Pertarungan Sengit Perebutan Kursi Presiden Filipina 2028 Sudah Dimulai
Ramadan di Ambang Krisis: Imam Al-Aqsa Ditahan, Israel Picu Ketegangan Baru di Yerusalem
Mengejutkan! Dokumen Rahsia IDF Ungkap Ada WNI yang Jadi Tentara Israel