Pembebasan Iuran Israel di Board of Peace: Analisis Hegemoni AS dalam Keamanan Global
Keputusan Amerika Serikat membebaskan Israel dari kewajiban membayar iuran Board of Peace (BoP) mengundang kritik tajam dari pengamat internasional. Langkah ini disebut sebagai bukti nyata bahwa organisasi perdamaian masih didominasi oleh kepentingan satu negara hegemon.
Sentralisasi Kekuasaan dan Kegagalan Keamanan Kolektif
Agung Nurwijoyo, Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia (UI), menilai persetujuan AS tersebut mencerminkan sentralisasi kekuasaan yang berlebihan pada satu aktor dominan.
"Persetujuan Amerika Serikat atas pengecualian ini memperlihatkan tingkat sentralisasi kekuasaan yang berlebihan pada satu aktor hegemonik," ujar Agung.
Menurutnya, ketimpangan ini membuat BoP gagal berfungsi sebagai mekanisme keamanan kolektif yang sehat. BoP justru terjebak dalam logika hierarki, di mana keinginan kekuatan besar menjadi hukum tertinggi.
Artikel Terkait
AS Perluas Operasi: Buru Kapal Tanker Iran Sampai ke Samudera Pasifik, Apa Dampaknya?
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?
Gempuran 11 Kota Lebanon Menit Terakhir Jelang Gencatan Senjata, Hizbullah Langsung Balas Dendam
Dubes Rusia Bongkar Fakta: AS & Israel Dituding Jadi Dalang Eskalasi Konflik Timur Tengah