Istri Khamenei Tewas Usai Koma: Dibalik Serangan Epic Fury yang Lumpuhkan Iran

- Selasa, 03 Maret 2026 | 06:00 WIB
Istri Khamenei Tewas Usai Koma: Dibalik Serangan Epic Fury yang Lumpuhkan Iran
  • Letjen Abdolrahim Mousavi (Kepala Staf Angkatan Bersenjata)
  • Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh
  • Mayjen Mohammad Pakpour (Komandan elit IRGC)
  • Ali Shamkhani (Penasihat pertahanan senior)
  • Anggota keluarga inti Khamenei, termasuk putri, cucu, dan menantu.

Eskalasi Konflik: Korban AS dan Serangan Balasan Iran

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi empat tentara AS tewas dalam serangan drone di Kuwait, sebagai bagian dari 18 personel yang luka-luka. Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan gelombang keenam serangan rudal dan drone ke sejumlah lokasi:

  • Dubai: Kebakaran hebat di Pelabuhan Jebel Ali.
  • Qatar & Bahrain: Belasan orang terluka akibat ledakan pencegatan udara di Doha dan Manama.
  • Irak: Bandara Erbil dilaporkan terbakar.

Sumpah Balas Dendam Iran dan Ancaman Krisis Global

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, bersumpah akan membalas dendam. "Amerika telah menikam rakyat Iran di jantungnya, dan kami akan menikam balik jantung mereka," tegasnya.

Konflik ini juga memicu tragedi kemanusiaan dan ancaman ekonomi global:

  • Korban Sipil: Sebuah sekolah dasar putri di Minab, Iran, dilaporkan hancur dengan korban lebih dari 100 siswi. Total 133 warga sipil Iran diklaim tewas dalam 24 jam pertama.
  • Ancaman Selat Hormuz: Ketegangan di jalur vital distribusi minyak dunia ini memicu lonjakan harga minyak dan volatilitas pasar keuangan global.
  • Kekosongan Kekuasaan: Analis memperingatkan potensi konflik internal dan perebutan kekuasaan di Iran pasca-musnahnya kepemimpinan inti.

Reza Pahlavi, putra mantan Syah Iran, menyebut peristiwa ini sebagai "akhir Republik Islam," meski masa transisi diperkirakan akan penuh gejolak.

Halaman:

Komentar