Serangan ini disebut sebagai balasan dari IRGC setelah serangan gabungan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan media lokal, Garda Revolusi menyatakan, "Kapal induk AS Abraham Lincoln diserang oleh empat rudal balistik." Mereka juga memperingatkan bahwa "darat dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris."
Profil USS Abraham Lincoln: Kapal Induk Terbesar AS
USS Abraham Lincoln adalah salah satu kapal induk bertenaga nuklir Amerika yang oleh Angkatan Laut AS dijuluki sebagai "kapal perang terbesar di dunia". Kapal ini merupakan bagian dari sepuluh kapal induk kelas Nimitz yang dimiliki AS.
Kapal induk kelas Nimitz memiliki panjang mencapai 333 meter dan dapat mengangkut sekitar 100.000 ton peralatan tempur. Kapasitasnya termasuk membawa hingga 65 pesawat berbagai jenis serta sejumlah sistem rudal pertahanan.
USS Abraham Lincoln dikerahkan ke kawasan Teluk menjelang akhir Januari 2026 sebagai bagian dari armada yang dipindahkan ke wilayah tersebut. Pengiriman ini, yang oleh mantan Presiden Donald Trump disebut sebagai langkah "berjaga-jaga", terjadi saat ketegangan meningkat menyusul aksi keras Iran terhadap pengunjuk rasa dalam negeri.
Artikel Terkait
Iran Lancarkan Serangan Drone & Rudal ke Teluk: Target Israel dan AS, Bagaimana 3 Negara Ini Gagalkan Serangan?
Kurdi Tolak Jadi Tentara Bayaran AS: Kami Masih Ingat Pengkhianatan Amerika!
Israel Rugi Rp 50 Triliun per Minggu! Ini Dampak Mengerikan Perang dengan Iran
Iran Gempur Kuwait, Bahrain, & UEA 2026: Dampak Kilang Minyak Terbakar Hingga Blokade Selat Hormuz