Meski ada seruan tersebut, respons dari negara-negara Eropa ternyata tidak bulat. Awalnya, Inggris dan Spanyol dilaporkan menolak memberikan akses pangkalan militer mereka untuk pasukan AS yang akan terlibat dalam operasi terhadap Iran.
Namun, tekanan dari Presiden AS Donald Trump disebut-sebut membuat London mengubah sikapnya. Sementara itu, Madrid mengumumkan rencana untuk mengirim kapal perang ke Siprus. Misi ini bertujuan melindungi pangkalan Angkatan Udara Inggris dari potensi serangan balasan Iran, bersama dengan dukungan dari Italia, Prancis, dan Belanda.
Latar Belakang Eskalasi Konflik Iran dan AS-Israel
Seruan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang sudah memanas. Serangan besar-besaran militer AS dan Israel terhadap Iran sebelumnya dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, sejumlah komandan militer senior, serta ratusan warga sipil.
Sebagai balasannya, Teheran telah meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta menargetkan fasilitas militer AS di berbagai lokasi di Timur Tengah.
Dampak dan Kekhawatiran Global
Eskalasi konflik ini telah meningkatkan kekhawatiran global akan meluasnya perang yang dapat melibatkan lebih banyak negara di kawasan serta kekuatan internasional lainnya. Dampak ekonomi juga mulai terasa, dengan penutupan Selat Hormuz yang strategis memicu kenaikan harga energi, termasuk minyak dan gas, yang biasa melintasi jalur pelayaran vital tersebut.
Artikel Terkait
Iron Dome Jebol! Iran Hantam Tel Aviv dengan Rudal Klaster, Bandara Ben Gurion Terbakar
Iran Lancarkan Serangan Drone & Rudal ke Teluk: Target Israel dan AS, Bagaimana 3 Negara Ini Gagalkan Serangan?
Kurdi Tolak Jadi Tentara Bayaran AS: Kami Masih Ingat Pengkhianatan Amerika!
USS Abraham Lincoln Dihantam Drone Iran: Benarkah Kapal Induk Terbesar AS Mundur Terbirit-birit?