Pengaruh Ekstremis Kristen dalam Kebijakan Trump terhadap Iran
Wajah agama Kristen yang dikenal penuh kasih sayang mengalami pergeseran signifikan di bawah administrasi Presiden AS Donald Trump. Kelompok Kristen fundamentalis dan Kristen Injili menjadi pendukung utama kebijakan agresi militer AS dan dukungan mutlak untuk Israel.
Bukti Kedekatan: Doa di Ruang Oval Gedung Putih
Hubungan erat antara Trump dan kelompok evangelis terlihat jelas dalam sebuah pertemuan di Ruang Oval. Trump dikelilingi oleh pemimpin spiritual seperti Pastor Paula White, Greg Laurie, Jentezen Franklin, dan Johnnie Moore yang menumpangkan tangan dan berdoa untuknya di tengah eskalasi konflik dengan Iran.
Siapa Kristen Evangelis dan Pengaruh Politik Mereka?
Kristen Protestan Evangelis adalah fenomena khas Amerika dengan ciri ajaran yang berpusat pada eskatologi (hari kiamat) dan kedatangan Yesus Kristus kedua kali. Dukungan mereka terhadap Zionisme dan kebijakan konfrontatif terhadap dunia Islam terkait erat dengan keyakinan akhir zaman ini.
Dukungan politik mereka sangat vital. Pada Pemilu 2024, sekitar 80% pemilih Evangelis memilih Trump, yang menyumbang sekitar 26% dari total suara kemenangannya. Survei Pew Research Center 2025 menunjukkan 72% dari mereka tetap menyetujui kinerja Trump.
Artikel Terkait
Hizbullah Gempur Posisi Israel di Lebanon: Balasan Drone yang Bikin Dunia Waspada
Israel Duduki RS Indonesia di Gaza, Kibarkan Spanduk Rising Lion: Apa Makna Sandi Perang Rahasia Ini?
Intelijen AS Bocorkan Fakta Mengejutkan: Iran Masih Punya Ribuan Rudal & Drone untuk Perang Jangka Panjang
Kongres AS Buka Suara: 11 Ilmuwan Misterius Tewas, Ada Apa di Balik Program Rahasia Pentagon?