Pencegatan ini terjadi setelah insiden memilikan di Kabupaten Al-Kharj, dimana sebuah proyektil jatuh di kawasan permukiman dan menewaskan dua warga Bangladesh serta melukai 12 lainnya.
Kecaman Keras dan Ancaman Konsekuensi dari Arab Saudi
Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengecam keras kampanye agresi berkelanjutan Iran terhadap negara-negara GCC. Dalam pernyataan tegas, Kementerian Luar Negeri Saudi memperingatkan bahwa eskalasi ini justru akan menghancurkan Iran sendiri.
Arab Saudi menegaskan bahwa jika Iran terus melanjutkan serangannya, mereka akan menanggung konsekuensi diplomatik, ekonomi, dan strategis yang paling berat serta menjadi pihak yang paling dirugikan. Kerajaan juga menyatakan solidaritas penuh dan dukungan bagi Kuwait dan UEA.
Protes Diplomatik Kuwait
Menanggapi serangan yang berlanjut, Kuwait mengambil langkah diplomatik tegas. Kementerian Luar Negeri Kuwait untuk kedua kalinya memanggil Duta Besar Iran, Mohammad Toutounchi, sebagai bentuk protes.
Kuwait menegaskan bahwa serangan ini merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan hukum internasional, terutama yang menargetkan fasilitas sipil vital. Mereka juga menekankan hak negara mereka untuk membela diri sesuai Piagam PBB.
Krisis keamanan di Teluk ini terus dipantau ketat oleh komunitas internasional, dengan kekhawatiran akan potensi eskalasi yang lebih luas.
Artikel Terkait
Video Viral Rumah Itamar Ben-Gvir Terbakar: FAKTA atau HOAX? Ini Hasil Investigasinya
Krisis Energi Global Meledak: Pakistan Naikkan BBM 20%, Australia Panic Buying!
Kekacauan Total di Israel: Warga Berebut Kabur, CCTV Dirusak Polisi untuk Tutupi Apa?
AS Kecewa, Harga Minyak Bisa Melonjak? Ini Dampak Serangan Israel ke Depot Bahan Bakar Iran