Iran Tegas Tolak Tawaran Dialog AS: "Selama Ramadan Kami Tak Bicara dengan Setan"
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara resmi menutup peluang dialog dengan Amerika Serikat. Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul serangkaian serangan agresi yang dilancarkan AS dan Israel.
Dalam wawancara dengan PBS News, Araghchi menyatakan bahwa Garda Revolusi Iran siap melakukan perang habis-habisan. Ia menegaskan bahwa hanya Iran yang berhak menentukan kapan perang akan berakhir.
"Tembakan terus berlanjut, dan kami bersiap. Kami sangat siap untuk terus menyerang mereka dengan rudal-rudal kami selama diperlukan," tegas Araghchi. Ia menambahkan, "Saya tidak berpikir berbicara dengan orang Amerika lagi akan ada dalam agenda kami."
Dukungan Rakyat dan Penolakan Jalan Damai
Keputusan pemerintah Iran didukung penuh oleh rakyatnya. Ungkapan "Selama bulan Ramadhan, kami tidak berbicara dengan setan" viral di media sosial, mencerminkan sentimen publik.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memperkuat posisi ini. Ia menegaskan Teheran tidak mencari gencatan senjata. "Agresor harus dipukul mulutnya agar mendapat pelajaran," tulis Qalibaf di akun X.
Artikel Terkait
Alarm Azan di Pesawat Picu Pendaratan Darurat: Kronologi Lengkap Insiden Southwest Airlines
Mati atau Hidup? Misteri Netanyahu & Perang Informasi Iran vs Israel yang Bikin Heboh
Rudal Iran Hantam Rumah Netanyahu? Fakta Mengejutkan yang Diumumkan Mantan Intelijen AS
Mesir Naikkan Harga BBM 30%! Ini Dampak Perang AS-Iran yang Mengguncang Dunia