Penyelidikan menunjukkan setidaknya $427.000 hilang dari keuangan gereja, dengan dugaan kerugian bisa mencapai $1 juta. Uskup Shaleta diduga mengalihkan pembayaran sewa properti gereja untuk kepentingan pribadi dan menutupinya dengan dana amal. Meski demikian, Shaleta membantah dengan menyatakan tidak pernah menggunakan uang gereja.
Skandal Moral: Kunjungan ke Rumah Bordil di Tijuana
Selain skandal keuangan, terungkap bahwa Shaleta secara rutin mengunjungi rumah bordil bernama Hong Kong Gentleman's Club di distrik lampu merah Zona Norte, Tijuana. Seorang penyidik swasta mendokumentasikan Shaleta menggunakan shuttle eksklusif klub tersebut. Rumah bordil ini terletak di area yang diawasi ketat oleh penegak hukum dan organisasi anti-perdagangan manusia, meski Shaleta tidak dituduh terkait aktivitas tersebut.
Dukungan dan Nasib Takhta Keuskupan
Meski tuduhan memberatkan, Shaleta masih mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Kardinal Louis Raphaƫl Sako. Namun, dalam pengumuman yang hampir bersamaan, Vatikan juga menerima pengunduran diri Sako sebagai kepala Gereja Katolik Kaldea. Jabatan Uskup San Diego kini dalam status "sede vacante" (takhta kosong) dan untuk sementara akan diatur oleh Uskup Saad Hanna Sirop.
Profil dan Perjalanan Karier Uskup Shaleta
Emanuel Shaleta, kelahiran Irak, ditahbiskan menjadi imam oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1984. Ia pernah memegang posisi di Detroit dan Kanada sebelum akhirnya ditunjuk oleh Paus Fransiskus pada 2017 untuk memimpin eparki di San Diego.
Artikel Terkait
AS Menyesal Abaikan Tawaran Rahasia Zelensky: Teknologi Anti-Drone Ukraina yang Bisa Hentikan Iran
Israel Dihujani 150+ Roket Hizbullah: Serangan Terkoordinasi dengan Iran Picu Eksodus Massal
AS Serang Sekolah Dasar di Iran? Investigasi Bocorkan Kesalahan Intelijen yang Mematikan
Mojtaba Khamenei Hilang dari Publik: Cedera, Konspirasi, atau Strategi Politik?