Menyikapi serangan, IDF langsung membalas dengan melancarkan serangan udara besar-besaran ke pos-pos dan infrastruktur Hizbullah di Beirut selatan, Lebanon. Peringatan evakuasi juga disampaikan kepada warga sipil di area tersebut. Seorang pejabat Israel menyatakan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil Lebanon bisa menjadi opsi jika pemerintah setempat dinilai gagal mengendalikan Hizbullah.
Peringatan dan Persiapan Menjelang Serangan
Media internasional seperti CNN melaporkan bahwa Israel telah menerima peringatan intelijen mengenai potensi "ekspansi signifikan" serangan dari Iran dan Hizbullah. Saluran televisi Israel, Channel 12, juga mengutip pembaruan kepada kabinet yang memprediksi serangan rudal dan roket besar-besaran.
Klaim Hizbullah dan Iran
Hizbullah dalam pernyataannya menyebut serangan ini sebagai balasan atas agresi Israel terhadap kota-kota di Lebanon dan pinggiran selatan Beirut. Sementara itu, IRGC Iran melalui kantor berita Tasnim menyatakan operasi ini sebagai "operasi gabungan dan terintegrasi", di mana mereka meluncurkan rudal balistik dan Hizbullah menembakkan drone serta roket ke lebih dari 50 target di Israel.
Situasi di perbatasan utara Israel masih tegang. IDF terus memantau dan memperingatkan warga untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan, mengindikasikan bahwa gelombang serangan masih mungkin terjadi. Eskalasi ini menandai babak baru yang berbahaya dalam konflik regional yang sudah berlangsung lama.
Artikel Terkait
Teror di Makan Malam Gedung Putih! Trump Terjungkal Saat Tembakan Mengguncang Washington
Terungkap! Pelaku Penembakan di Acara Trump Ternyata Seorang Guru
Presiden Iran yang Juga Dokter Bedah Jantung: Ternyata Ini yang Terjadi pada Pemimpin Tertinggi Usai Diserang AS-Israel
Perdana Menteri Jepang Nyaris Kelaparan: Kisah di Balik Aturan Ketat yang Bikin Takaichi Kehabisan Makanan dan Kurang Tidur