Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada 16 Maret 2026, pecahan rudal balistik Iran dan serpihan sistem pertahanan udara Israel juga telah berjatuhan di sekitar kawasan Kota Tua Yerusalem. Polisi Israel melaporkan bahwa material-material tersebut ditemukan di beberapa lokasi, termasuk di sekeliling situs-situs keagamaan yang sensitif.
Meskipun rudal jatuh di lokasi yang sangat sensitif, laporan awal menyebutkan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan besar yang terjadi pada Gereja Makam Kudus maupun di pelataran kompleks Masjid Al-Aqsa (Temple Mount).
Bukti Visual dan Penanganan Lokasi Kejadian
Kepolisian Israel merilis sejumlah foto yang memperlihatkan petugas keamanan mengangkut bagian logam besar, yang diduga kuat merupakan fragmen rudal, dari atap sebuah bangunan di dekat Gereja Makam Kudus. Gambar lain menunjukkan area di pelataran Al-Aqsa yang telah dipasangi garis polisi, dengan serpihan-serpihan kecil masih terlihat berserakan di lantai.
Kejadian rudal Iran yang menghantam Yerusalem ini kembali menyoroti ketegangan tinggi di kawasan tersebut dan risiko terhadap situs-situs warisan dunia yang memiliki nilai religius yang sangat dalam bagi tiga agama samawi.
Artikel Terkait
Trump Ultimatum Iran 48 Jam: Hancurkan Pembangkit Listrik Nuklir Jika Selat Hormuz Tetap Tertutup?
Ledakan di Teheran & Yerusalem: Iran Klaim Pukulan Telak ke AS-Israel, Selat Hormuz Terancam!
Gas Air Mata di Hari Raya: Serangan Israel ke Jamaah Sholat Idul Fitri di Al-Aqsa, Apa Motifnya?
F-35 AS Tertembak Iran? Fakta Mengejutkan di Balik Pendaratan Darurat yang Guncang Dunia