7 Kapal Tanker Malaysia Terjebak di Selat Hormuz: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:50 WIB
7 Kapal Tanker Malaysia Terjebak di Selat Hormuz: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

7 Kapal Tanker Malaysia Menunggu Giliran Melintas di Selat Hormuz

POLHUKAM.ID - Sebanyak tujuh kapal tanker milik Malaysia dilaporkan sedang bersiap dan menunggu giliran di kawasan Selat Hormuz. Pelayaran mereka tertunda menyusul memanasnya situasi geopolitik di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengonfirmasi bahwa kapal-kapal tersebut merupakan aset dari dua perusahaan energi besar negeri itu, yaitu Petronas dan Sapura Energy.

Mohamad Hasan menyatakan, meski pemerintah Iran telah memberikan sinyal positif atas permintaan lintas Malaysia, ketujuh kapal tanker itu masih menunggu kondisi yang dinilai lebih aman untuk melanjutkan perjalanan.

"Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan saya telah menghubungi rekan-rekan kami, dan mereka mengonfirmasi bahwa tidak ada masalah bagi kapal-kapal kami untuk melanjutkan perjalanan. Namun, kapal tanker harus menunggu giliran mereka," ujar Mohamad Hasan, seperti dikutip pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama di Tengah Kepadatan Lalu Lintas

Menlu Malaysia menegaskan bahwa pemerintahnya mengutamakan keselamatan seluruh awak dan kapal. Keputusan untuk menunggu diambil dengan mempertimbangkan kepadatan lalu lintas kapal dan tensi keamanan yang tinggi di Selat Hormuz.

"Kami ingin memastikan semua kapal dapat melewati dengan aman, karena situasi di Selat Hormuz sangat tegang, dengan lalu lintas kapal yang padat yang mencoba keluar. Komunikasi yang buruk dapat menyebabkan insiden yang tidak diinginkan," jelas Mohamad Hasan.

Halaman:

Komentar